Tulisan ini hanyalah pendapat saya pribadi bukan pesanan dari pihak manapun. Bukan untuk tujuan menjatuhkan atau menjelekkan suatu merek tertentu. Sepenuhnya cuma pendapat pribadi saja tanpa bermaksud apa-apa.
Yup akhirnya 10 bulan yang lalu saya memutuskan untuk membeli sebuah handset Android. Setelah pertimbangan macam macam dan tanya kanan kiri tentunya. Sebuah pilihan yang sulit, bukan hanya masalah harga tapi juga hal hal lain di dalam.
Kenapa?
| from |
Dengan keunggulan sisitem operasi tertutupnya, dengan sistem keamanan data yang hampir sempurna karena semua harus melewati server blackcerry. Serta keunggulan pesan real time (push mail) udah seperti sms saja, meskipun akhirnya hampir semua sistem operasi juga bisa.
Handphone satu ini benar benar happening banget saat itu. Siapa sih yang ngga pakai? Bahkan anak SD pun banyak yang pakai.
Tapi saya punya pertimbangan sendiri mengenai handset ini.
- saya bukan chit chat type person. Bahkan saat jaman heboh hebohnya mIrc (lupa saya nulisnya) pertama keluar saya selalu gagal ber chit chat ria. Jadi intinya saya bukan tipe hp ini, daripada beli tapi BBM-nya tidak dimanfaatkan.
- I'aint bussiness man, saya tidak sedang menunggu klien atau supplier mengirim penawaran harga atau tagihan. Cuma pegawai biasa.
- Saya bukan eksekutif muda yang emailnya masuk terus setiap 30 detik. Malas banget kalau setiap saat hp berbunyi tapi yang masuk cuma penawaran e-mag saja. Selain itu HH ini juga tidak banyak aplikasinya, dengan kualitas layar yang begitu deh..
Yang paling saya tidak suka adalah untuk semua fasilitas yang memakai data harus beli paket blackberry sendiri. Mending kalau 1 paket untuk semua, ternyata paketnya pun sendiri. Ada BBM sendiri, ada untuk internet sendiri ada juga yang gabungan semua. Jadi mahal deh.
Tapi dengan diluncurkannya BB 10 sepertinya cukup menggoda juga. Selain platformnya sudah banyak berubah serta yang penting adalah kita cukup membeli paket internet untuk memakai semuanya. Persis seperti yang lain.
Hmm tergoda lagi..
Microsoft kembali lagi ke bisnis smartphone setelah lama menghilang sejak versi terakhir WM 6.5. Bahkan mereka menggandeng raksasa handphone Nokia untuk menguasai pasar handphone. Apalagi ketika pasar Nokia sendiri (terutama di kelas smartphone) yang sudah mulai melemah. Sistem operasi Symbian milik Nokia sepertinya ngos ngosan ketika berhadapan dengan SO lainnya.
Duet maut ini bisa jadi meresahkan yang lainnya. Nokia terkenal dengan desain handphone serta kualitas yang bandel sementara microsoft sendiri terkenal dengan produk produk yang inovatif. Dan terbukti memang dari review review atas Lumia yang bagus. Mulai dari desain yang cantik, kamera dengan hasil bagus. Serta aplikasi aplikasi yang cukup menarik.
Tapi saya punya pertimbangan sendiri untuk tidak membeli produk ini.
- Karena kebetulan saya sudah punya Sony ericsson Xperia X2 yang sudah memakai WM 6.5
- Pola pikir di bidang komputer kebawa di jualan HP, biasanya microsoft jika ada seri terbaru mereka akan meninggalkan yang lama. Contohnya seperti yang saya alami dengan WM 6.5 windows market yang sudah tidak bisa diakses, tidak ada upgrade software atau firmware baru, tidak ada aplikasi baru. Handphone beda dengan komputer, jangan setiap keluar produk baru hardware juga minta spek tinggi. Kalau komputer enak bisa ganti prosesor, RAm, VGA, kalau HP mana bisa.
- Ketika saya membeli laptop baru dengan spek 64 bit dan memakai win 7 ternyata WM 6.5 tidak bisa connect. Sudah saya jelajahi internet tetap tidak solusinya. Bahkan dari satu species mereka tidak bisa kawin. Rrrrrggghhh...
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar